Bisnis Sukses = Pernikahan Sakral

Kamis, 10 Juni 2010 |

Anda yang sudah menikah, pasti tahu bahwa untuk menjaga agar pernikahan tetap langgeng, butuh satu hal yang namanya KOMITMEN. Komitmen untuk selalu bersama dalam suka & duka, dalam sedih & senang, dalam sehat maupun sakit. Betul tidak ?



Menurut saya, hal yang sama berlaku dalam menjalankan bisnis. Kalau mau bisnis kita bertahan lama, tentu perlu komitmen dalam melakukannya. Antara lain:



1. Komitmen untuk memulai. Tidak sedikit orang yang bercita-cita punya bisnis sendiri. Tapi, seringkali hal ini hanya berhenti pada angan-angan saja, dan tidak ada tindakan kongkrit yang diambil untuk mulai mewujudkan angan-angan tersebut. Ada saja alasannya, mulai dari tidak punya modal, tidak punya waktu, tidak tahu bagaimana memulainya...



Saya yakin, tidak sedikit dari kita yang "ngiler" dengan penghasilan jutaan per bulan yang ada di testimoni beberapa leader MLM. Atau, bermimpi ingin jadi diamond yang mendapatkan fasilitas mewah. Tapi kenyataannya, masih ada juga yang banyak alasan, sehingga susah untuk mulai bergerak. Tidak punya waktu, tidak punya banyak kenalan, tidak tahu bagaimana harus memulai... padahal, jika anda mau berusaha, pastinya ada banyak cara yang bisa anda lakukan untuk mulai melakukan MLM anda.



2. Komitmen untuk menjalankan. Ada banyak bisnis yang bisa dikerjakan secara paruh waktu, sebagai sampingan. Tetapi, berhubung usaha sampingan, tidak sedikit orang yang juga mengesampingkan waktu, pikiran, dan tenaganya untuk menjalankan bisnis tersebut. Akibatnya, bisa ditebak, energi yang dicurahkan untuk menjalankan bisnis itu semakin menghilang, bahkan pada akhirnya menghilang sama sekali.



Di dekat rumah saya, ada sebuah warung makan, yang sebenarnya rasa masakannya lumayan enak. Tapi sayangnya, si empunya warung makan tidak begitu konsisten mengelola warung makan tersebut. Ada saja alasan untuk meliburkan warung makan tersebut, mulai dari urusan keluarga, mahalnya bahan baku, cuaca yang tidak bersahabat, dan macam-macam alasan lainnya. Orang yang sudah meluangkan waktu untuk datang berkunjung, seringkali jadi kecele karena menemukan warung tersebut tutup. Akibatnya, lama kelamaan orang malas datang, pengunjung warung menjadi berkurang drastis, dan pada akhirnya, warung tersebut terpaksa tutup selamanya.



Apa yang perlu dikerjakan dalam MLM, pada dasarnya bukan hal yang sulit. Suatu perusahaan MLM yang baik pasti memiliki buku pedoman, artikel, serta pelatihan yang bisa anda ikuti. Tetapi, ketika anda melakukannya dengan setengah hati, jangan heran kalau apa yang anda dapatkan juga tidak maksimal. Bagaimana kita bisa mengajak orang lain untuk bergabung, kalau orang tersebut merasa kita tidak maksimal menikmati apa yang kita lakukan ?



3. Komitmen untuk terus belajar. Menjalankan bisnis, apapun bisnisnya, tentu tidak selamanya berjalan dengan lancar. Adakalanya apa yang kita peroleh tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.



Misalkan kita berniat untuk membuka suatu toko pakaian. Saat awal-awal toko tersebut dibuka, belum tentu toko tersebut akan dikunjungi banyak orang. Kecuali anda melakukan promosi besar-besaran. Sesudah masa promosi berlangsung pun, belum tentu pelanggan akan datang kembali. Ada banyak faktor yang menentukan, seperti harga produk, trend fashion, atau banyaknya persaingan toko sejenis. Bisa juga karena layanan di toko kita ternyata mengecewakan pelanggan. Tentu hal-hal seperti ini adalah masalah yang bisa dicari solusinya, asalkan kita mau belajar. Misalnya, mengamati harga produk sejenis di pasaran, rajin mencari info tentang trend fashion dari majalah, atau belajar memberikan layanan yang baik bagi pelanggan.



Begitu juga dalam dunia MLM. Mengajak orang lain untuk bergabung seringkali menjadi hal yang tidak mudah untuk kita. Tetapi, dengan belajar memilih kata-kata, menimba dan mencuri ilmu dari leader-leader yang sudah lebih dulu berhasil, dan banyak berlatih, tentu akan membuat kita terbiasa dan memiliki kepercayaan diri yang cukup tinggi untuk merekrut orang.



Kembali ke topik pernikahan...

Selama menikah, tentunya tidak selalu kehidupan pernikahan itu berisi dengan hal-hal yang menyenangkan. Bahkan, setelah beberapa lama hidup bersama, ada kalanya kita berselisih pendapat dengan dengan pasangan kita. Pastinya, ada cobaan yang kadang-kadang menghalangi

kebersamaan kita dengan pasangan. Kesal dengan pasangan, itu hal yang wajar. Dan kita punya pilihan untuk menganggap hal ini sebagai sesuatu yang sudah tidak bisa menyatukan lagi, atau memilih untuk bersabar dan memaafkan pasangan kita.



Begitu juga dalam menjalankan bisnis, terutama MLM. Kita perlu belajar untuk memahami kelebihan dan kekurangan sistem dan cara kerja MLM yang kita ikuti. Tidak ada bisnis yang diciptakan sempurna, tetapi pasti ada solusi untuk menangani suatu masalah. Tidak selamanya apa yang kita lakukan memberikan hasil yang menyenangkan, tapi kita bisa memilih untuk bersabar dan belajar mengatasi masalah.

0 komentar:

Poskan Komentar