Jangan Diklik !!! Anti MLM, Benarkah?

Jumat, 11 Juni 2010 |

Buku Adam Khoo yang berjudul Secrets of Self-Made Millionaires membuat saya terpaku. Terutama pada bagian merencanakan hidup. Saya sendiri termasuk orang yang suka membuat rencana. Artinya, dalam melakukan suatu pekerjaan, akan terasa lebih mudah ketika saya sudah memiliki rencana sebelumnya. Tapi saya baru menyadari bahwa hidup pun perlu direncanakan, setelah saya rajin membaca buku-buku self motivation seperti Rich Dad Poor Dad karangan Robert Kiyosaki, atau buku Adam Khoo di atas.



Pernahkah anda merenungkan, seperti apakah kondisi anda 5 - 10 tahun mendatang, jika anda terus melakukan pekerjaan yang sama seperti sekarang ?



Pernahkah anda merenungkan, hidup seperti apa yang sebenarnya anda inginkan untuk kondisi 5 - 10 tahun mendatang ?









Punya rumah sendiri



Menyekolahkan anak-anak di sekolah yang terbaik



Punya waktu lebih untuk keluarga



Punya uang lebih untuk berderma



Punya mobil mewah



Punya kehidupan yang lebih baik...







Kalau anda orang yang sangat optimis, merasa bahwa dalam 10 tahun lagi karir pekerjaan akan terus menanjak, dan bisa membayangkan bahwa diri anda akan lebih makmur dibanding saat ini dalam 10 tahun mendatang, maka anda adalah orang yang sangat beruntung.



Masalahnya, tidak semua orang merasa bahwa dalam kurun waktu 10 tahun mendatang, akan bisa loncat ke level penghasilan yang lebih baik. Sudah bukan hal yang aneh saat ini, perusahaan lebih senang memperkerjakan pegawai kontrak dibanding pegawai tetap. Menjadi pegawai tetap pun, belum tentu bisa disebut aman, karena PHK bisa terjadi sewaktu-waktu. Tidak di-PHK pun, belum tentu bisa naik karir ke level yang lebih tinggi, mengingat persaingan sesama pegawai kantor pun pasti ada.



Pernahkah anda dengan serius memikirkan, jalan apa yang bisa anda tempuh untuk meningkatkan taraf hidup anda ?



Saya sendiri memilih MLM sebagai "kendaraan" saya untuk mencapai level kehidupan yang lebih baik. Tentu saya tahu, ada banyak jalan lain yang bisa dipilih agar kita bisa hidup lebih makmur. Bisa atau tidaknya kita mencapai target hidup 10 tahun lagi, tentunya dipengaruhi oleh serius / tidaknya kita menjalankan apa yang telah kita pilih tersebut.



Sayangnya, tidak sedikit orang yang telah memilih, tidak benar-benar "mengendarai" apa yang sudah dipilihnya. Saya sering melihat bahwa orang cenderung semangat menjalankan MLMnya hanya beberapa bulan pertama saja. Ketika penghasilan yang diharapkan tidak kunjung datang, orang gampang menyerah dan bahkan menyalahkan sistem atau orang lain.



Dalam menjalankan MLM, memang perlu ada penyesuaian pola pikir. Sebagai seorang pegawai, anda tahu bahwa di akhir bulan anda akan menerima gaji. Sedangkan ketika menjalankan MLM, penghasilan yang akan anda terima tentunya bergantung pada kerja yang anda lakukan, entah melalui penjualan atau perekrutan member baru. Hasilnya tentu bisa naik turun, apalagi jika anda terbilang baru di dunia MLM.



Tetapi, sebagai pegawai, anda tidak bisa mengharapkan kenaikan gaji terlalu besar. Apalagi jika kantor tempat anda bekerja termasuk pelit. Yang bisa anda harapkan adalah pembagian bonus yang mudah-mudahan setara dengan kerja keras anda, dan kenaikan gaji berkala yang biasanya tidak mampu mengimbangi tingkat inflasi. Adakalanya, anda juga diharapkan untuk bekerja lebih banyak / lebih keras seiring dengan kenaikan tingkat karir anda.



Sedangkan ketika menjalankan MLM, yang dilakukan pada dasarnya tidak berubah. Anda hanya perlu menduplikasi apa yang sudah dilakukan oleh leader / upline anda yang sudah lebih dahulu sukses. Job description anda relatif tidak berubah, meskipun anda melakukannya selama bertahun-tahun. Dan saat anda mampu bertahan hingga 10 tahun mendatang, berkat kekuatan jaringan dalam MLM, penghasilan yang didapatkan akan bertambah secara eksponensial. Masalahnya adalah, mampukah anda bertahan hingga 10 tahun mendatang ?



Saya tidak akan menyarankan anda untuk langsung berhenti dari pekerjaan anda, dan masuk sebagai anggota suatu MLM tanpa perhitungan yang masak. Pada kenyataannya, anda dapat mulai suatu bisnis MLM selama anda masih dalam status pegawai. Memulai MLM pun tidak membutuhkan modal yang besar, bahkan ada yang hanya perlu beberapa puluh ribu rupiah saja.

Hanya saja, kemudahan ini bisa membuat banyak orang terlena dan tidak fokus, bahkan lupa pada target hidup 10 tahun ke depan. Seperti yang saya tulis di atas, keseriusan anda menjalankan apa yang sudah anda pilih, tentu akan memberikan kontribusi bagi kemakmuran hidup anda 10 tahun mendatang.



1 komentar:

Eddy mengatakan...

Wah,anda sudah lekat dengan MLM ya bos? Kalo saya lihat-lihat dulu MLM-nya seperti apa? Saya juga jalan MLM IFA FAshion karena sistem bukan MLM + Money Game. Sukses buat bos yang udah kaya pengetahuan tentang MLM!

Poskan Komentar